Friday, December 20, 2019

Venus /planet paling terang di langit


Venus adalah planet terdekat kedua dari Matahari setelah Merkurius. Planet ini mengorbit Matahari selama 224,7 hari Bumi.[11] Venus tidak memiliki satelit alamidan dinamai dari dewi cinta dan kecantikandalam mitologi Romawi. Setelah Bulan, planet ini merupakan objek alami tercerah di langit malam, dengan magnitudo tampak Sebesar −4,6 yang cukup cerah untuk menghasilkan bayangan.[12] Venus merupakan planet inferiordengan sudut elongasi yang mencapai 47,8°. Kecerahan maksimal planet ini dapat dilihat segera sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam, sehingga disebut Bintang Fajar atau Bintang Senja.


Venus
Citra Venus yang diproses melalui dua penyaring. Permukaan Venus tertutup oleh lapisan awan yang tebal.
PenamaanPelafalani/ˈviːnəs/
             
              Nama alternatif

Zohrah, bintang kejoraKata sifat Bahasa InggrisVenusian atau (jarang) Cytherean, Venerean

               Karakteristik orbit


0,728 213 sa
Perihelion
0,718 440 au
Sumbu semi-mayor
0,723 327 au
Eksentrisitas0,0067
Periode orbit
224,701 hari
0,615 198 tahun
1,92 hari matahariVenus
Periode sinodis
583,92 hari[2]
Kecepatan orbit rata-rata
35,02 km/s
Anomali rata-rata
50,115°Inklinasi
3,394 58° pada jalur ekliptika
3,86° pada khatulistiwa Matahari
2,19° pada bidang invariabel[3]
Bujur node menaik
76,678°
Argumen perihelion
55,186°satelit yang diketahuiTidak adaKarakteristik fisik
Radius rata-rata
6.051,8 ± 1,0 km[5]
0,949 9 Bumi
Kepepatan0[5]
Luas permukaan
4,60×108 km2
0,902 Bumi
Volume
9,28×1011 km3
0,866 Bumi
Massa
4,8676×1024 kg
0,815 Bumi
Massa jenis rata-rata
5,243 g/cm3
Gravitasi permukaan
8,87 m/s2
0,904 g
Kecepatan lepas
10,36 km/s
Periode rotasi sideris
−243,018 5 hari (maju mundur)
Kecepatan rotasi ekuator
6,52 km/h (1,81 m/s)
Kemiringan sumbu
177,36°[2]
Asensio rektakutub utara
18 jam 11 menit 2 detik
272,76°[6]
Deklinasi kutub utara
67,16°Albedo
0,67 (Geometrik)[7]
0,90 (Bond)[7]
Suhu permukaanmin.rata-ratamaks.Kelvin737 K[2]Celsius462 °C
Magnitudo semu
Paling cerah −4,9[8][9] (sabit)
−3,8[10] (penuh)
Diameter sudut
9,7"–66,0"[2]

               Atmosfer

Tekanan permukaan
92 bar (9,2 MPa)Komposisi per volume
96,5% karbon dioksida
3,5% nitrogen
0,015% sulfur dioksida
0,007% argon
0,002% uap air
0,0017% karbon monoksida
0,0012% helium
0,0007% neon
Jejak karbonil sulfida
Jejak hidrogen klorida
Jejak hidrogen florida

 Venus adalah planet kebumian dan kadang-kadang disebut “planet saudara” Bumi karena ukuran, gravitasi, dan komposisi yang mirip (Venus merupakan planet terdekat dari Bumi dan planet yang ukurannya paling mendekati Bumi). Namun, dalam hal lain planet ini sangat berbeda dari Bumi. Planet ini memiliki atmosfer terpadat di antara empat planet kebumian yang terdiri dari 96% karbon dioksida. Tekanan atmosfer permukaan Venus 92 kali lebih besar daripada Bumi. Dengan rata-rata suhu permukaan sebesar 735 K (462 °C; 863 °F), Venus merupakan planet terpanas di Tata Surya. Planet ini tidak memiliki siklus karbon yang memerangkap karbon dalam batuan dan kenampakan permukaan, dan juga tidak memiliki kehidupan organik yang dapat menyerap karbon dalam bentuk biomassa. Venus diselimuti oleh lapisan buram yang terdiri dari awan asam sulfat yang sangat reflektif, sehingga permukaannya tidak dapat dilihat dari luar angkasa. Venus mungkin pernah memiliki samudra,[13][14] namun samudra tersebut menguap karena peningkatan suhu yang disebabkan oleh efek rumah kaca berketerusan.[15] Sebagian besar air mungkin telah terfotodisosiasi, dan angin mataharitelah membuat hidrogen bebas mengalami pelepasan ke luar angkasa sebagai akibat dari ketiadaan medan magnet internal di Venus.[16]Permukaan Venus sendiri bergurun, kering, dan diselingi oleh batuan yang diperbarui secara periodik oleh aktivitas vulkanik.
 
Sumber Wikipedia.co.id

Sunday, December 15, 2019

Merkurius planet terdekat dengan matahari/Surya


Merkurius adalah planet terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari dengan kala revolusi 88 hari dan kala rotasi 59 hari. Kecerahan planet ini berkisar di antara -2 sampai 5,5 dalam magnitudo tampak namun tidak mudah terlihat karena sudut pandangnya dengan Matahari kecil (dengan rentangan paling jauh sebesar 28,3 derajat. Merkurius hanya bisa terlihat pada saat subuh atau maghrib. Dua wahana antariksa telah mengunjungi Merkurius: Mariner 10 melakukan terbang lintas pada tahun 1974 dan 1975; dan MESSENGER, diluncurkan pada tahun 2004, mengorbit Merkurius lebih dari 4.000 kali selama empat tahun sebelum akhirnya kehabisan bahan bakar dan menabrakkan diri ke permukaan planet pada tanggal 30 April 2015. Wahana antariksa BepiColombodirencanakan tiba di Merkurius pada tahun 2025



Mirip dengan Bulan, Merkurius mempunyai banyak kawah dan juga tidak mempunyai satelit alami serta atmosfer. Merkurius mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari kekuatan medan magnet bumi. Suhu permukaan dari Merkurius berkisar antara 90 sampai 700 Kelvin (-180 sampai 430 derajat Celcius).
Pengamatan tercatat dari Merkurius paling awal dimulai dari zaman orang Sumeria pada milenium ke tiga sebelum masehi. Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan nama salah satu dari dewa mereka, Merkurius (dikenal juga sebagai Hermes pada mitologi Yunani dan Nabu pada mitologi Babilonia). Lambang astronomis untuk merkurius adalah abstraksi dari kepala Merkurius sang dewa dengan topi bersayap di atas caduceus. Orang Yunani pada zaman Hesiod menamai Merkurius Stilbon dan Hermaon karena sebelum abad ke lima sebelum masehi mereka mengira bahwa Merkurius itu adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak pada saat Matahari terbit dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat Matahari terbenam. Di India, Merkurius dinamai Budha (बुध), anak dari Candra sang bulan. Di budaya TiongkokKoreaJepang dan Vietnam, Merkurius dinamakan "bintang air". Orang-orang Ibrani menamakannya Kokhav Hamah (כוכב חמה), "bintang dari yang panas" ("yang panas" maksudnya Matahari). Diameter Merkurius 40% lebih kecil daripada Bumi (4879,4 km), dan 40% lebih besar daripada Bulan. Ukurannya juga lebih kecil (walaupun lebih padat) daripada satelit Jupiter, Ganymede dan satelit Saturnus, Titan.
Sumber: Wikipedia.co.id

Matahari/Surya/Sun/Bintang di pusat tata Surya

Matahari atau Surya adalah bintang di pusat Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet.[12][13] Diameternya sekitar 1.392.684 km,[5] kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2×1030 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86 % massa total Tata Surya.[14]







                 Matahari/Surya/Bintang di pusat tata Surya





Secara kimiawi, sekitar tiga perempat massa Matahari terdiri dari hidrogen, sedangkan sisanya didominasi helium. Sisa massa tersebut (1,69%, setara dengan 5.629 kali massa Bumi) terdiri dari elemen-elemen berat seperti oksigenkarbonneonbesi, dan lain-lain.[15]
Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu akibat peluruhan gravitasi suatu wilayah di dalam sebuah awan molekul besar. Sebagian besar materi berkumpul di tengah, sementara sisanya memimpih menjadi cakram beredar yang kelak menjadi Tata Surya. Massa pusatnya semakin panas dan padat dan akhirnya memulai fusi termonuklirdi intinya. Diduga bahwa hampir semua bintang lain terbentuk dengan proses serupaKlasifikasi bintang Matahari, berdasarkan kelas spektrumnya, adalah bintang deret utama G (G2V) dan sering digolongkan sebagai katai kuning karena radiasi tampaknya lebih intens dalam porsi spektrumkuning-merah. Meski warnanya putih, dari permukaan Bumi Matahari tampak kuning dikarenakan pembauran cahaya biru di atmosfer.[16] Menurut label kelas spektrum,G2menandakan suhu permukaannya sekitar 5778 K (5505 °C) dan V menandakan bahwa Matahari, layaknya bintang-bintang lain, merupakan bintang deret utama, sehingga energinya diciptakan oleh fusi nuklir nukleushidrogen ke dalam helium. Di intinya, Matahari memfusi 620 juta ton metrik hidrogen setiap detik.
Dulu, Matahari dipandang para astronom sebagai bintang kecil dan tidak penting. Sekarang, Matahari dianggap lebih terang daripada sekitar 85% bintang di galaksi Bima Sakti yang didominasi katai merah.[17][18]Magnitudo absolut Matahari adalah +4,83. Akan tetapi, sebagai bintang yang paling dekat dengan Bumi, Matahari adalah benda tercerah di langit dengan magnitudo tampak−26,74.[19][20] Korona Matahari yang panas terus meluas di luar angkasa dan menciptakan angin Matahari, yaitu arus partikel bermuatan yang bergerak hingga heliopause sekitar 100 au. Gelembung di medium antarbintang yang terbentuk oleh angin Matahari, heliosfer, adalah struktur bersambung terbesar di Tata Surya.[21][22]
Matahari saat ini bergerak melalui Awan Antarbintang Lokal (dekat Awan G) di zona Gelembung Lokal, tepatnya di dalam lingkaran terdalam Lengan Orion di galaksi Bima Sakti.[23][24] Dari 50 sistem bintang terdekatdalam jarak 17 tahun cahaya dari Bumi (bintang terdekat adalah katai merah bernama Proxima Centauri sekitar 4,2 tahun cahaya), Matahari memiliki massa terbesar keempat.[25] Matahari mengorbit pusat Bima Sakti pada jarak kurang lebih 24.00026.000tahun cahaya dari pusat galaksi. Jika dilihat dari kutub utara galaksi, Matahari merampungkan satu orbit searah jarum jamdalam kurun sekitar 225–250 juta tahun. Karena Bima Sakti bergerak relatif terhadap radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis (CMB) ke arah konstelasi Hydradengan kecepatan 550 km/detik, kecepatan Matahari relatif terhadap CMB sekitar 370 km/detik ke arah Crater atau Leo.[26]
Jarak rata-rata Matahari dari Bumi sekitar 149.6 juta kilometer (1 au), meski jaraknya bervariasi seiring pergerakan Bumi menjauhi perihelion pada bulan Januari hingga aphelionpada bulan Juli.[27] Pada jarak rata-rata ini, cahaya bergerak dari Matahari ke Bumi selama 8 menit 19 detik. Energi sinar Matahari ini membantu perkembangan nyaris semua bentuk kehidupan di Bumi melalui fotosintesis[28] dan mengubah iklim dan cuaca Bumi. Dampak luar biasa Matahari terhadap Bumi sudah diamati sejak zaman prasejarah. Matahari juga dianggap oleh sejumlah peradaban sebagai dewa. Pemahaman ilmiah yang akurat mengenai Matahari berkembang perlahan. Pada abad ke-19, beberapa ilmuwan ternama mulai sedikit tahu tentang komposisi fisik dan sumber tenaga Matahari. Pemahaman ini masih terus berkembang sampai sekarang. Ada sejumlah anomali perilaku Matahari yang belum dapat dijelaskan secara ilmiah.



Matahari Surya/Bintang di pusat tata Surya 

Sumber: Wikipedia.co.id